Oleh Willy Kurniawan | Sumber Artikel
"Video Sahur on the Road di Jombang viral karena sound horeg dan joget saweran. Polisi bubarkan acara tak berizin yang ganggu ketertiban selama Ramadan."
Sebuah video "Sahur on the Road" (SOTR) di Jombang, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi viral di media sosial, memicu gelombang perdebatan dan kecaman dari berbagai pihak. Video tersebut menampilkan sekelompok pemuda yang melakukan sahur keliling dengan menggunakan sound system berukuran besar atau yang akrab disebut "sound horeg", disertai dengan aksi "joget saweran" yang dianggap tidak pantas dan mengganggu ketertiban umum, terutama di bulan suci Ramadan.
Dalam video yang beredar luas, terlihat kendaraan bak terbuka yang dipasangi speaker raksasa melaju di jalanan Jombang pada dini hari, memainkan musik dengan volume sangat tinggi. Di sekitarnya, sejumlah pemuda berjoget dan bahkan ada momen "saweran" yang menambah kesan hiburan yang berlebihan. Aksi ini kontras dengan suasana khusyuk Ramadan, menimbulkan keresahan di kalangan warga yang hendak sahur atau beristirahat.
Pihak Kepolisian Resor Jombang segera menanggapi viralnya video tersebut. Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riyadi, mengonfirmasi bahwa kegiatan "Sahur on the Road" yang disertai "sound horeg" dan "joget saweran" itu tidak memiliki izin resmi dari pihak berwenang. Beliau bahkan menyebut kegiatan tersebut sebagai "Sahur Orkes" karena menyerupai pertunjukan musik terbuka yang tidak semestinya dilakukan di waktu sahur dan tanpa prosedur perizinan.
Kepolisian menegaskan bahwa kegiatan semacam itu sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Selain menimbulkan kebisingan yang mengganggu istirahat warga, potensi kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan juga menjadi perhatian. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas setiap kegiatan yang melanggar aturan dan berpotensi memicu gangguan keamanan serta ketertiban di wilayah Jombang.
Sebagai respons, tim kepolisian langsung diterjunkan untuk mencari tahu lokasi dan pelaku kegiatan tersebut guna memberikan edukasi serta tindakan preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengisi kegiatan selama bulan Ramadan, dengan mengedepankan nilai-nilai kesopanan dan tidak mengganggu ketenteraman orang lain. Inisiatif SOTR yang mulia seharusnya dilakukan dengan cara yang santun dan bermanfaat, bukan justru menimbulkan kontroversi dan keresahan.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama para pemuda, untuk memahami batasan dalam berekspresi dan beraktivitas di ruang publik. Menjaga ketertiban umum dan menghormati norma-norma sosial, apalagi di bulan Ramadan, adalah tanggung jawab bersama. Pihak berwenang akan terus memantau dan mengambil langkah tegas terhadap segala bentuk kegiatan yang berpotensi meresahkan dan melanggar hukum.
Komentar
Posting Komentar